PerubahanNusantara.com/JAKARTA, 9 Juni 2026 – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Generasi Perubahan Nusantara Indonesia (GPNI) sekaligus pengacara, Ade Darman S.H., M.H., memberikan tanggapan terkait kekhawatiran sejumlah investor terhadap keberlanjutan program Badan Gizi Nasional (BGN) pasca dilakukannya pergantian pucuk pimpinan lembaga tersebut awal Juni lalu.

 

Dalam keterangannya kepada awak media, Ade Darman menyampaikan bahwa hal ini menjadi perhatian utama organisasi. Ia menyampaikan pertanyaan mendasar yang disampaikan Ketua Umum GPNI terkait pengelolaan program tersebut.

 

“Ketua Umum kami menyoroti satu hal penting: mengapa program strategis seperti BGN melibatkan investor, padahal kita ketahui bersama alokasi anggaran dari APBN yang disalurkan untuk lembaga ini nilainya sangat besar, mencapai ratusan triliun rupiah . Kami menyayangkan jika muncul ketidakpastian yang membuat pihak investor menjadi ragu akan kelanjutan kerjasamanya,” ujar Ade Darman.

 

Meskipun menyoroti persoalan tersebut, ia menegaskan sikap organisasi yang tetap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat. Ia juga berusaha memberikan kepastian kepada para pihak yang terlibat.

 

“Kami tetap berada di barisan pendukung pemerintah. Kami ingin meyakinkan para investor maupun masyarakat bahwa program ini dibangun dengan niat tulus untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Generasi Emas Indonesia 2045,” tegasnya.

 

Ade Darman juga menegaskan peran GPNI sebagai jembatan komunikasi dan mediasi. Ia berjanji akan menelusuri fakta di lapangan dan berupaya memfasilitasi penyelesaian yang terbaik.

 

“Kami siap menjadi jembatan bagi para investor untuk mendapatkan kejelasan status dan kepastian hukum. Kami paham Presiden memiliki niat tulus membangun bangsa, bahkan telah menganggarkan dana triliunan rupiah dari APBN . Namun karena ada keterlibatan pihak swasta, kami akan telusuri duduk perkaranya secara objektif. Harapan kami, persoalan ini dapat dimediasi dengan baik dan tidak merugikan kepentingan mana pun,” pungkasnya.

Redaksi