PerubahanNusantara.com//GORONTALO, MPN (selasa 11/08/2026) — Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan bukan hanya duka, tetapi juga pertanyaan besar tentang masa depan Partai NasDem di Provinsi Gorontalo.

 

Siapa yang akan meneruskan kepemimpinan partai yang selama ini identik dengan sosok Rachmat Gobel?

 

Nama Abdullah Gobel alias Duko, adik kandung almarhum Rachmat Gobel, kini mulai mencuat sebagai salah satu figur yang disebut-sebut paling berpeluang menempati kursi Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo.

 

Informasi yang berkembang menyebutkan adanya komunikasi antara jajaran DPP Partai NasDem dengan keluarga besar Gobel di Jakarta mengenai keberlanjutan kepemimpinan NasDem di Gorontalo.

 

Menariknya, komunikasi tersebut disebut mengarah pada satu prinsip, keluarga almarhum Rachmat Gobel tetap menjadi bagian penting dalam menentukan arah kepemimpinan NasDem Gorontalo ke depan.

 

Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi DPP Partai NasDem yang mengonfirmasi Abdullah Gobel sebagai Ketua DPW NasDem Gorontalo.

 

Kader NasDem Gorontalo, Mikson Yapanto, ketika dikonfirmasi MPN (selasa11/08/2026) membenarkan akan adanya musyawarah antara DPP NasDem dan keluarga besar almarhum Rachmat Gobel.

 

“Memang diutamakan dari pihak keluarga almarhum, dan akan dimusyawarahkan. Tunggu saja,” ujar Mikson singkat.

 

Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian. Sebab, jika Duko benar-benar ditetapkan sebagai Ketua DPW NasDem Gorontalo, maka estafet kepemimpinan partai tersebut praktis masih berada dalam lingkaran keluarga Gobel.

Bukan Sekadar Pergantian Ketua

Pertarungan sebenarnya mungkin bukan hanya soal siapa yang duduk di kursi Ketua DPW,

lebih jauh dari itu, publik tentu ingin melihat apakah NasDem Gorontalo mampu mempertahankan warisan politik Rachmat Gobel setelah sang tokoh tidak lagi berada di panggung politik.

Rachmat Gobel telah membangun basis politik dan jaringan yang cukup kuat di Gorontalo. Karena itu, siapa pun yang menggantikannya akan menghadapi tantangan besar.

 

Duko tidak hanya dituntut meneruskan nama besar keluarga Gobel, tetapi juga membuktikan bahwa dirinya mampu membangun kekuatan politiknya sendiri.

Sebab, nama besar keluarga adalah modal awal, tetapi kepemimpinan politik membutuhkan legitimasi, kemampuan membangun konsolidasi, dan kepercayaan kader serta masyarakat.

 

Di sinilah ujian Abdullah Gobel jika benar dipercaya memimpin NasDem Gorontalo.

Apakah Duko Mampu Menjadi “RG Berikutnya”?

Pertanyaan publik pun kemudian mengarah pada satu hal,

Apakah Abdullah Gobel akan menjadi penerus langsung politik Rachmat Gobel di Gorontalo, atau justru membawa warna dan strategi politik yang berbeda?

 

Jawabannya tentu tidak bisa hanya dilihat dari hubungan darah. NasDem Gorontalo membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan kader, menjaga soliditas internal, memperluas basis politik, sekaligus menjawab ekspektasi masyarakat.

 

Jika Duko akhirnya ditetapkan, maka ia akan mewarisi sebuah mesin politik yang telah dibangun oleh RG.. Mewarisi mesin politik tidak otomatis berarti mewarisi kekuatan politik.

 

Duko harus membuktikan sendiri.

Dan publik Gorontalo akan menunggu, apakah Abdullah Gobel hanya meneruskan nama besar Rachmat Gobel, atau mampu menciptakan kekuatan politiknya sendiri?

 

Keputusan DPP NasDem akan menjadi awal dari babak baru politik NasDem Gorontalo.

Apakah Duko benar-benar akan menjadi nahkoda baru NasDem Gorontalo?

Atau masih ada nama lain yang sedang disiapkan?

Publik masih menunggu.

— ArifzKZ/MPN Gorontalo —