PerubahanNusantara.com//GORONTALO — Forum Suara Kampus kembali membuka ruang diskusi kritis untuk mempertanyakan arah pembangunan dan masa depan Gorontalo. Forum yang digagas Dr. Sahmin Madina dari Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Amai Gorontalo itu tidak sekadar membahas filsafat, tetapi mencoba menghidupkan kembali tradisi berpikir kritis dan reflektif di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Diskusi yang digelar di salah satu kafe di Kota Gorontalo, Sabtu (5/9/2026), menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh dari berbagai latar belakang, yakni Prof. Dr. Lukman Laliyo, Dr. Andi Jufri, Ahmad Abdullah, dan Nikson Entengo. Forum ini dihadiri akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan media.
Prof. Dr. Lukman Laliyo menegaskan, pembangunan Gorontalo tidak boleh memisahkan diri dari tanggung jawab keilmuan dan pendidikan.
“Pendidikan masih merupakan pondasi kuat untuk membentuk manusia Gorontalo dengan nilai keilmuan yang tinggi. Pemerintah tak boleh lepas dari peran kampus dalam setiap program dan kebijakan pembangunan.” Tegasnya.
Sementara Dr. Andi Jufri mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya mengejar ukuran material.
“Kita tidak boleh menafikan sisi nilai dan peradaban.” kata Andy
Pandangan serupa disampaikan Nikson Entengo. Mengutip pemikiran sejarawan Arnold J. Toynbee, ia menilai kemajuan sebuah masyarakat tidak semata-mata ditentukan oleh ekonomi, infrastruktur, dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan peradaban menghadapi tantangan tanpa kehilangan nilai kemanusiaannya.
Menurut Nikson, nilai merupakan landasan moral yang menentukan arah pembangunan.
Sedangkan Ahmad Abdullah mengingatkan agar modernisasi tidak membuat Gorontalo tercerabut dari akar sejarah dan kebudayaannya.
“Gorontalo ini lahir dari sebuah perjalanan panjang sebuah peradaban.” ujarnya
Forum Suara Kampus pun menjadi semacam alarm intelektual: ketika pembangunan hanya mengejar angka pertumbuhan, infrastruktur dan modernisasi, siapa yang memastikan nilai kemanusiaan, budaya dan peradaban Gorontalo tetap hidup?
-arif”KZ”MPNbirogorontalo-





